Semua Orang itu Berbeda

Senin, Desember 09, 2019


Punya anak 2, jangan kira biar kata se pabrikan dan investornya sama hasilnya bakal sama. 
Si sulung, sangat mandiri sejak kecil. Usia 2thn sudah mampu berkomunikasi 2 arah dengan sangat baik dan dapat dipahami lawan bicara. Bisa menerima dan menjawab telepon kabel serta bercakap2 dengan si penelepon. Beberapa diantaranya sampai mengungkapkan keheranan, kok bisa anak 2 thn bisa memahami dan menjawab pertanyaan dengan lengkap (merangkai kalimat) meskipun cedal. Mainan favoritnya pistol, tidak pernah tertarik dengan mainan laki laki lainnya. ASI sampai usia 3thn lebih dan sapih dengan sangat damai. Tidak pernah sakit parah, jarang sekali sakit ringan, jari tangan sayapun belum habis untuk mengitung berapa kali ia sakit ringan. Meski lahir saat kami masih dalam keprihatinan. Sangat sehat, alhamdulillah wa syukurillah. Namanya memang Abdullah Syukur Sangun Dipenah🤩🤩🤩. Saat ini beberapa saat lagi menuju 14thn usianya. Dipilihkan dan menyetujui pilihan untuk homeschooling mulai kelas 7 (sekarang kelas 8), enjoy dengan taekwondo beladirinya dan sangat aktif. Fluently dengan bahasa pilihannya, sampai2 saya yang drop out dr level advance pun sering ditertawakan kalo mencoba lagi berbahasa Inggris menjawab pertanyaannya, tapi ah biarlah. Emak bahagia kok tong, anak memang harus jauh lebih baik dr ortu (ngeleeess). Abang memang kebanggaan kami.

Si bungsu (semoga bungsu beneran). Lahir dalam gelimang kebahagiaan. Sejak dalam kandunganpun mesti keturutan apa yang dimau bahkan minta property yang padahal mamaknya hanya bergumam kalo si adek gak nyaman kalo begini begitu. Eeee hanya dalam hitungan hari, terwujudlah ia si baru, tunai....saaaaahh. MasyaAllah... Dan disambung dengan banyak keinginan besar lainnya yang hampir pasti dituruti babe.
Kemampuan bicara hingga menjelang usia 3thn pun tidak sepesat abangnya. Masih banyak kata2 yang amburadul, belum penuh memahami perintah yang agak spesifik. Memang sempat dikhawatirkan speech delay saat kecil. Tapi alhamdulillah tdk sampai kesana. Motorik halus yang masih agak terbatas tapi tidak dengan motorik kasarnya. Usia 2thn lebih bbrp bulan, mampu menaiki dan menuruni tangga tanpa berpegangan, yang notabene adalah kemampuan anak usia 3thn. Proses mampu berjalan dari berdiri tanpa berpegangan hanya dalam 2hari dan dilanjut berlari tanpa rasa takut. Belum masuk usia tiga sudah mampu berjalan di titian tanpa berpegangan dan melompat turun padahal jarak hampir setengah meter. Komentarnya sambil tertawa hanya: adek tuuuuhh (adek jatuh, padahal tidak jatuh) dan motorik kasar lainnya. 😍😍😍
Mainan kesukannya mobilan, bis biyu adiikk, bis hijau adiiikk, bis pu'ih, bis en (orange). Semua mobilan, sangat tidak tertarik dengan mainan laki laki lainnya. ASI tidak sampai 1tahun karena sesuatu dan lain hal. Alhamdulilah tidak pernah sakit parah, meski lumayan sering sakit ringan lebih dari abangnya. Tapi tetap ia termasuk anak yang sehat, sewajarnya saja. Saat ini usia menjelang 3 thn beberapa bulan lagi. @Hafizh Justin Abrisam

Meski jarak usia lumayan jauh, bukan berarti rumah tidak pernah ada keributan2 yang sering dialami anak dengan usia berdekatan
Karena si abang memang subhanallah usilnya, dan si adek masyaAllah lebaynya. Diganggu sedikit aja nangis, lapor ayah bunda, walaupun kl sudah direspon sesuai kehendaknya, si bungsu akan balas mengganggu abang. Sehingga rumah tetap akan riuh dengan suara2 tangis, dan teriakan2 khas. Begitu seterusnya, setiap hari. Hmmmffffttt.

Tapi inilah kebahagiaan kami, merekalah cinta kami, merekalah kebanggaan dan tumpuan kami menjalani hari. Ayah dan bunda. Bersama2 kita terus memperbaiki diri ya nak. Kita terus mendekat pada Pemilik hati2 Kita. Bersama2 berusaha memantaskan diri berkumpul dengan kakak dan adik kalian, anak2 ayah dan bunda yang lain. Jadilah apapun di dunia, sukses dan senantiasa sholih jangan pernah tidak. Menjadilah kita termasuk dalam orang2 yang pantas mendapatkan syurgaNyA di akhirat kelak.

You Might Also Like

0 komentar

recent posts

Follow My Facebook